Allah

Jumat, 01 November 2013

Cool Cerpen



Dia Yang Malang
Oleh : Syarif Hidayat

Rumah Sakit Adhi Rama, itulah tujuanku. Namun suasana keteka perjalanan bagai melawan tentara peran yang hendak menyerbu kita. Hujan turun sangat lebat, jalanan gelap bagai melewati gua kesengsaraan. Aku yang saat itu nbaik motor sendiri seperti harus berjuang menembus benteng badai yang sangat mengerikan. Aku seperti bekerja keras untuk sampai ke RS Adhi Rama itu, dimana Ibuku melahirkan adik ke-2 ku.
Akhirnya sampai juga di RS itu, dengan cepat aku berlari ke lantai 3. Rumah sakit ini ramai bagai pasar, maklum hari ini hujan lebat yang sangat hebat, banyak orang yang enggan pulang dan memilih berteduh di depan RS.
Ketika sampai di kamar Ibuku, senang sekali rasanya dimana saat itu ibuku sedang menyusui adik baruku. Disana ada Ayah dan Adik pertamaku, juga ada nenek. Akupun mulai menggendng adik baruku, dalam hati aku berkata “Terima kasih Tuhan, telah memberikanku adik yang sempurna ini.”.
Setelah itu aku hendak buang air kecil, melewati sebuah kamar yang terbuka pintunya. Ada seseorang yang terbaring disana. Setelah selesai Buang air kecil, aku kembali kekamar itu, melihat daftar pasien yang berada disamping pinntu. Namanya tidak asing, persis seperti temanku, teman lamaku. “Rina Nur Dina” Usia 16 th. Karna penasaran aku masuk sambil mengucap salam.
Ternyata memang benar dia Rina kawan Sd ku dulu. “Hai Rina, apa kabar?” sapaku. “Aku sangat baik”, jawabnya. “Kok masih gendut-gendut aja, kapan kurusnya?”, kataku untuk menghibur dia. “iiihhh...kamu ya..”, katanya sambil menjiwitku. Syukur dia tersenyum kembali. Aku berusaha terus menghibur dia agar dia senang.
Setelah puas bercanda aku bertanya, aku bertanya “Kenapa kamu disini?”. “Aku gak papa kok”, balasnya. Namun karna penasaran aku lihat penyakitnya di data yang terletak di tempat tidur Rina. “Astaghfirulla Haladzim...”, aku kaget bukan kepalang, Rina juga kaget. “Kenapa?, Tau tentang penyakitku ya?”. ”Iya, maaf ya aku gak tau”, ujarku. “Iya gak papa”. Ketika aku ingin tanya penyebab kenapa Rina menjadi begitu, aku disuruh pulang, karna urusan Ibuku dan Keluargaku di RS sedah selesai. Jadi aku belum sempat tanya.
Esok harinya saat pulang sekolah, saat di lampu merah aku liha Rina sedang mengemis sambil membawa alat bantu untuk berjalan karna kaki kanannya tidak ada. Aku hampiri lalu aku sambung pertanyaanku yang belum aku tanyakan saat di RS. Lantas dia bercerita....
“Dulu waktu itu, aku pernah tertabrak truck hingga kakiku harus diamputasi. Namun Orang Tua ku justru cerai saat tau aku kecelakaan, entah apa sebabnya. Sementara itu semua benda di rumahku serta rumahku diambil oleh Paman, aku tidak boleh tinggal disana lagi. Paman hanya membantu proses di RS saja. Mereka semua tidak mau menerima aku karna waktu aku jadi anak orang kaya aku menyalah-gunakan kekayaan Orang Tuaku, aku juga pernah pacaran terlalu jauh, Paman takut jika hal yang sma terjadi padanya.”
Mendengar ceritanya aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Lalu naku ucapkan janji kepadanya akan membantunya. Sementara itu dia hanya mengangguk dengan berlinag air mata. Lantas aku pergi melanjutkan perjalanan ke rumah.
Sampai dirumah aku ceritakan semua kepada Orang Tuaku, mereka mengerti. Paginya aku menemui Rina dengan senyum yang lebar. Aku tanyai dia “Rin, apa cita-citamu?”, dia hanya menjawab “Jadi Pemusik”. Tidak lama kemudian Orang tuaku datang dengan menggunakan mobil. “Ayo ikut Rin?”, kataku. “mau kemana?”, tanyanya. “Ayo pokoknya ikut”, jawabku.
Betapa senangnya Rina ketika sampai ke tempat tujuan. Kita tiba di SLB khusus orang cacat. Dia mengucapkan banyak terima kasih kepadaku dan kepada Orang Tuaku. Dia juga diberi kursi roda oleh Orang Tuaku. Dia mulai sungguh-sungguh brlatih musik biola kesukaannya. Dia tidak lagi bersedih karna memikirkan masa lalunya, kini dia membuka lembaran baru.
Aku senang sekali membantunya, aku juga berjanji akan belajar sungguh-sungguh, giat dan rajin. Meski aku anak orang kaya, aku tidak ingin menyalah-gunakan kekayaan Orang Tuaku. Aku juga tidak ingin pacaran dulu, karna ingin konsentrasi kuliah.

THE END???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar